Pages

Saturday, November 13, 2004

tiba saatnya

Tiba SaatNya

aku mendayung waktu bersama sampanmu
melewati masaberkelit dusta menghadang kepahitan
meratap tak bersuara

berjenjang perahuku laju
diterjang riak air berbuih
laju bergetar tempayan rindu

mengalirlah aku dalam percik dahaga sungai lara...
dan pergi bersamanya sungguh haru piluku
aku benar-benar pergi
kini saat perahuku tak laju lagi : menuju buaian muara Alam

andai cinta

Cinta

tercium harum wangi bunga
kala mentari sinari tiap kelopaknya
uraikan sentuhan-sentuhan magis
bawa terbang imajinasi
bersama keindahan yang tercipta
ketika ada cinta...

cinta merupakan..
suatu bentuk yang terbelah dua
diatas kemurnian hati
dan kebimbangan kodrati

cinta diandaikan...
oleh tumbuhnya keinginan yang ada
dimana manusia terperosok didalamnya
untuk menikmatinya
atau bahkan membunuhnya

cinta ibarat sebuah mata pisau
suatu saat dia akan bergerak
untuk membunuh musuh-musuh kita
dan disaat lain
dia akan bergerak untuk melukai
jemari-jemari batin kita...

cinta menyerupai riak-riak sungai
yang indah dan biaskan cahaya
ciptakan kemilau-kemilau dalam jiwa
tapi dapat merupakan sebuah jebakan
yang manakala tiba saatnya
akan hisap tubuhmu dan hancurkan batinmu
bersama riak-riaknya

cinta hanyalah sebuah mata
manakala ada bahagia
mata itu akan pancarkan sinar sukanya..
dan ajak bibir untuk tersenyum
namun ketika ada kesedihan
mata itu akan meredup...
terbakar oleh rasa marah dan tangis
yang gerogoti seluruh lekuk asa
untuk larut dalam kemuraman

cinta hanyalah dua jiwa
yang tercipta dalam dua ungkapan
sedih dan bahagia...

Rindu

Rindu

Lengkap dalam malam
ada seteguk napas yang hilang
kemarin di balik jendela menyapa
dan kini tak datang lagi
walau aku meriba doa menunggunya
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Sunday, October 17, 2004

Cukup Sudah

Cukup Sudah

Tuhan....!!! Bila engkau berikan aku kesempatan, izinkan Aku untuk Mencintainya, Sekali Ini Saja. Namun... Bila Waktuku Telah habis dengannya, Izinkan Cinta Ini cukup sekali ini saja,Cukup ini yang terakhir. Tuhan...!!!Kau Harus Tau. Mengapa Kau Biarkan Dua Insan, Yang Saling Mencintai. Mesti tak Harus Memiliki. Mengapa...???? Mengapa Tuhan...???Apakah Itu sudah jadi takdir, Yang telah kau ciptakan buat mereka yang saling mencintai. Mengapa kau diam.... Tuhan...!!! aku butuh jawaban dari Mu. Mengapa ada luka baru untukku, sedangkan luka lama masih membekas. Air mataku ingin tumapah, tapi aku tak sanggup, bodoh... bodoh... bila aku harus larut dalam kesedihan ini. Berulang kali peristiwa ini terjadi, mungkin yang ketiga kali, aku sudah tak sanggup lagi untuk membagi cinta ini pada siapapun, ingin sajaku tutup rapat rapat tampa ada celah, biar tak ada siapa pun yang bisa membuka nya, mungkin nanti tapi bukan kini.

Putus Sudah

Putus Sudah

Setelah kepergian dirimu
Hidup Terasa hampa
Ntah kemana harus kulabuhkan
Hati yang penuh luka ini...???

Perlahan kumencoba menenangkan diri
Tersenyum tertawa dan merenung
Tapi tak juga hilang
Malah Semakin Perih...

Pedih... pedih sekali
Bila Kau Tak lagi tersenyum
ada apa dengan Mu....?

Begitu Mantaf ...
Kau Ucapkan Kita putus Saja
Karena banyak perbedaan diantara kita

Baiklah...
Mungkin ini jalan yang terbaik buat kita
akupun tak ingin kita terluka
Bila hadirnya diriku
tak lagi membuat mu bahagia

aku pergi....
dan mungkin takkan kembali untuk dirimu.

Adsens